#mendengarkan Fixing My Broken Heart - Her
Tak pernah menyangka, sebuah keputusan kecil bisa membuat hidupku satu minggu ini menjadi seminggu yang paling menyenangkan sepanjang tahun 2012. Bahkan mungkin, aku bisa bilang ini adalah 1 minggu paling menyenangkan selama 4 tahun terakhir.
Kembali merasa menjadi bocah SMA yang senang curi-curi pandang, yang seringkali salah tingkah, dan tersenyum di depan cermin seraya mengafirmasi kalau dirinya tak kalah ganteng dari Nicolas Saputra (oke ini lebay :p), hahaha , tapi intinya, ada yang terjadi dalam satu minggu terakhir ini pada kehidupanku, atau bahasa internasionalnya Kuch Kuch Hota Hai. :p *kemudian nari sama Kajol :))))
Jadi, ternyata selama ini aku dan semesta memang benar-benar telah berdiskusi tentang hal ini. Semula, aku mengira, ia tak menanggapi, hanya aku yang berbicara sendiri, berkali-kali menyebutkan permohonan pada semesta agar membantu jalan dia menemuiku. Kadang aku bertanya, apa yang menghalangi langkahnya menuju ke arahku, atau apa yang membuat pertemuan kami tak terjadi. Seraya terus menyebutkan seperti apa “dia” yang aku inginkan. Sifatnya, kebiasaannya, caranya tertawa, dan hal lain yang menjadi kesukaanku pada seorang gadis. Dan, memang, Semesta tak pernah mengecewakanku. :p
Aku sangat nyaman dengan gadis ini, dia memiliki tawa yang hangat, senyum yang tak bisa dilupakan walau Agen K di Man In Black mengaktifkan sinar penghapus memori di hadapanku. Perbincangan ringan kami mengalir begitu saja, dan aku tak perlu berusaha terlalu keras untuk terus membuatnya tertawa. Seperti aku dan dia sudah dalam satu resonansi yang sama bernama rindu. Meski kutub utaraku belum pernah berjabat dengan kutub selatannya dalam gelombang magnet. Namun, Aku seperti sudah mengenal gadis ini sekian lama, dan tiba-tiba ingatanku kembali pada sebuah nama, Felicia. (kamu pasti sudah penasaran siapa gadis ini :p)
Sekarang buka tab baru, cari lagu berjudul A Brand New Day dari Ten 2 Five :) Felicia adalah nama anak perempuan yang ada dalam imajinasi sang penyanyi. Jeremy adalah anak laki-lakinya. Jadi selama pencarian dan diskusi antara aku dengan Semesta, aku biasa menyebut gadis yang aku harapkan ini dengan nama Felicia. Nah, ini yang menarik, kenapa aku seperti kunci yang bertemu gembok yang pas. Sosok Felicia yang selama ini aku inginkan, sekarang mewujud menjadi nyata. Aku tak perlu menjelaskan detailnya, karena kamu sudah hampir 19 tahun hidup bersamanya, bersama Felicia. :)
You had it all.. All the checklist I gave to the universe„, haha lucky me to know you.
Bersama Felicia, aku ingin hidup dalam nada demi nada, memainkan semua instrumen yang kami bisa, hanya agar semua yang mendengarnya percaya, bahwa pertemuan kami juga bisa mereka alami dengan pasangan masa depan masing-masing.
aku tau kamu beberapa kali dilukai oleh panah cupid yang meleset, namun kali ini Cupid sudah kursus memanah, dan ia tepat mengenai jantung hatiku. :’)
tugas kamu mencintai aku apa adanya, tugas aku membuatmu semakin mencintaiku dengan segala asa.
“Memutuskan untuk memupuskan harapan.” ini adalah kata-kata yang terucap saat saya sudah menyerah, pasrah, namun Semesta tahu waktu yang tepat untuk mempertemukan aku denganmu.
“God send you the right person in a right time, so just believe in Him.”
Begitulah, awal kita ‘bertemu’. Di tulisan selanjutnya, aku ingin berbagi tentang perjuanganku menyembuhkan lukamu.
Tony Stark-mu
:3